Wednesday, January 28, 2015

Waste of Time

Sebagai pengetahuan saja tapi aku mengirim post ini dgn sekuat tenaga. Lagi-lagi akunku berulah dan aku harus mengurus pergantian akun dan lain-lain. Dan di sinilah aku sekarang mengetik menggunakan hpku yg hanya 3 inci. Sebagai pengetahuan tambahan, aku hanya dapat melihat setengah dari layar jadi tolong maklumi kalau aku melakukan typo.

Sebenarnya cerita menarikku terjadi kemarin. Tapi kemarin aku lupa menulis. Jadi yg tersisa hanya hari ini, hari yg membosankan. 

Hal yg masih aku pikirkan adalah kejadian tadi siang di sekolah. Di kelasku ada seorang anak perempuan. Aku tidak benci-benci amat sih ke dia. Hanya saja dia benar-benar memenuhi kriteria orang yg akan kubenci. Penyontek, perokok, & aku tidak tahu dia buang sampah sembarangan atau tidak tapi aku pernah melihatnya membuang puntung rokok di jalan jadi kubuat konklusi bahwa dia tidak begitu peduli pada lingkungan a.k.a. dia bisa saja kan buang sampah sembarangan. Walau begitu sisi baik yg ada pada dirinya adalah... dia keren? Sesuatu yg takkan pernah kumiliki. Aura keren yg dimiliki orang-orang populer. 

Jadi, gadis ini seringkali mengucapkan kalimat-kalimat yg seperti srngaja diucapkan untuk menarik perhatian. Kadang aku tidak begitu peduli dan walau pun aku sebal aku hanya memendamnya dalam hati. Munglin tadi aku berada dlm mood yg bagus. Lalu aku biarkan mulut kasarku berpkkir. Dia bilang bagaimama rasanya hidup sendiri. Pertanyaannya jelas di sini sangat tidak berbobot dan sampah. Kalau dia benar-benar penasaran, cari tahu saja sendiri. Sebenarnya ini bukan hal yg bisa dicari tahu sih since sejak awal kita memang sudah selalu sendirian. Harusnya sih begitu pikirky. Tapi mulut bodohku malah bilang kalau dia sok selalu hidup berdua. Memang benar sih aku berpikir begitu tapi kesalahannya adalah aku mengatakannya ke khalayak ramai. Lalu moodnya pun nampak ganjil bagiku. 

Aku tidak membencinya. Aku juga tidak mau jadi musuhnya. Malau bisa aku tidak ingin memiliki musuh. Tapi hidup tak pernah bagus. Siapa yg tahu bahwa ternyata seisi seolah membenciku atau bahkan sahabatku sendiri mencoba menyusun rencana backstab sambil mengalihkam perhatianku dgn berpura-pura menjadi temanku. 

Intinya aku masih penasaran apakah aku membuatnya marah. Aku memang sudah minfa maaf dan anak lain bilang tidak usah minta maaf dia memang pantas mendapatkannya. Tapi tetap saja hati kecilku yg bodoh menuntut aku untuk cemas. 

Tidak rame. Post ini sangat tidak rame. Tadi sore aku memang merasa marah dan so fucked up. Tapi aku rasa kalau marah disimpan ternyata bisa lega juga.

Membaca post ini sungguh a waste of time. Maaf.

Monday, January 26, 2015

Blog Lama

Seperti yang bisa dilihat di post-ku sebelumnya, blog ini menggunakan perhitungan jam salah. Aku disebutkan menulis post itu pada pukul 4 pagi sedangkan sebenarnya sekarang itu pukul 7.49 malam.  Aku seharusnya menggantinya tapi aku rasa itu terlalu merepotkan jadi kita biarkan saja mungkin. 

Pada post sebelumnya aku juga menyebutkan bahwa aku sudah menulis blog sejak dari aku SD. Hanya untuk mengingatkan diriku saja bahwa alamat website-nya adalah amelia-monogatari.blogspot.com dan blog baruku yg kosong dan tidak jadi kutulis adalah fuckyeahmydamnedlife.blogspot.com. Judulnya memang sama seperi blog yg ini tapi yah karena beberapa alasan aku tidak jadi mengisinya dan alasan itu bisa dibaca di post sebelumnya. 

Nampaknya aku sudah tidak niat menulis blog jadi mungkin aku akan melanjutkan sampah ini besok. Walau sebenarnya ada hal yg seharusnya kuceritakan hari ini. Aku harap aku punya cukup petualangan yg bisa kutulis. Tapi hidup penuh petualangan cuma dongeng. Pada dasarnya kehidupan manusia itu sederhana dan membosankan. Pikiran self-centered manusialah yg membuat mereka mengira hidup mereka berbeda dan spesial. Bagi siapa pun motivator yg mengatakan bahwa kita adalah pememang ketika kita dilahirkan karena kita adalah satu-satunya yg berhasil lahir dari sekian juta sperma yg ada itu semua omong kosong. Okelah kita semua pemenang, tapi kalau semua orang di dunia adalah pemenang maka apa yg spesial dari menjadi seorang pemenang seperti semua orang di dunia? Justru menjadi seorang yg kalah akan menjadikan kita berbeda dan spesial dari yg lain. Jadi, kadang mungkin menjadi seseorang yg mengalah dan kalah dengan terhormat itu bukan hal yg buruk juga. 

Hidup mungkin akan jadi lebih baik kalau berpikir begitu. Tapi kalau semua orang berpikir begitu dan pada akhirnya semua menjadi orang yg kalah, saat itulah waktu yg tepat untuk berinisiatif menjadi pemenang dan meraih kemenangan yg sesungguhnya. 

Blog Baru

Sebenarnya aku memulai blog ini untuk melampiaskan seluruh kekesalanku pada dunia. Lalu fokusku tergantikan saat kusadari bahwa ada yg salah dengan blogku. 

Yah kau tahu, aku sudah mulai menulis blog sejak aku SD. Dan omong-omong menurutku itu keren. Dalam perjalanan hidupku menulis blog, aku telah melewati banyak hal. Dulu aku menulis blog komedi. Bukan secara langsung aku berniat menulis cerita lawak dalam blogku. Hanya saja aku pikir semua tulisan blogku ketika SD itu konyol dan sampah 100%. Tapi mungkin justru itulah letak seninya. Ketika aku mulai memasuki SMP aku sudah agak melupakan blog itu. Blog terbengkalai sampai suatu ketika guru pelajaran TIK menugaskan kami untuk membuat blog. Itu adalah titik di mana aku merasa paling keren maksimal. Secara aku sudah lihai menulis blog dan yg aku butuhkan hanya menghias blog bodohku tersebut. Seperti halnya anak SMP labil dan alay pada umumnya, aku sudah pasti mengikuti trend yg ada di sekolah. Ternyata tugas membuat blog ini sangat mengubah hidup anak-anak di sekolahku. Muncullah trend follow blog teman. Sebenarnya aku cuma follow blog sahabat terdekat dan anak kelas sebelah yang suka aku kuntit. Blog anak lain pada awalnya aku follow hanya karena rasa iba dan selanjutnya aku unfollow dgn semena-mena. Walau terdengar bodoh dan liar, trend ini meninggalkan suatu memori tersendiri di sudut hatiku. Ketika aku masuk SMA, kadang aku masih menulis blog atau hanya melihat-lihatnya saja. 

Sampai suatu saat ketika aku sudah tidak pernah menulis blog lagi atau pun melihatnya. Aku sampai lupa e-mail dan password yg aku daftarkan. Kelas 2 SMA adalah puncak-puncak kebinalanku. Pada saat itu aku terbawa nafsu dan akhirnya terlena akan kenikmatan dunia. Benar. Kenikmatan dunia yg tidak ada dunianya tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah game. Mau PC, android, PS, atau pun NDS aku menyukai semua. Keterbatasanku yg diakibatkan oleh kekangan keluarga akan game tidak menghalangiku untuk memenuhi kebutuhan rohaniku tersebut. Sebisa mungkin aku menikmati setiap harinya dengan penuh rasa syukur. Aku hampir merasa betapa indahnya jika dunia terus begini. 

Lalu, di sini aku terbaring melihat tanggalan yg menghantui. Sekarang aku adalah murid SMA Alfa Centauri kelas 12 IPS 1 semester 6. Aku berniat untuk mendaftar SNMPTN FSRD ITB dan sebagai cadangan STPB. Dari nilai aku peringkat 1. Aku tahu itu bullshit since semua tahu aku hampir tidak pernah belajar dan kalau kalian tanya aku soal urutan presiden Indonesia aku tidak yakin aku bisa menjawab dgn benar. Mungkin aku lagi mujur saja. Terlepas dari betapa mujurnya aku, mungkin harusnya aku merasa tenang mengenai jalur SNMPTN-ku tapi sebenarnya aku kalut. Fakultas yg kuinginkan menuntut untuk menyertakan portofolio karya. I'm so fucked up. Gambarku bukan apa-apa dibandingkan dengan orang-orang di luar sana. Terlebih, hari-hari sebelumnya aku malah melakukan pemalasan besar-besaran dan tidak ada waktu untuk latihan. Oke aku yg salah. Tapi berat untukku mengakui itu. 

Beberapa hari yang lalu, aku yg sedang berada pada titik balik depresiku memutuskan untuk mulai menulis blog lagi. Selain sebagai cerminan diri, juga sebagai pengikat memori mengenai terlepas dari sesempurna apa pun aku di masa depan, aku masihlah gadis yg tak luput dari kelalaian di masa SMA. Pada saat itulah aku menyadari kesalahan yg  mengawali posting ini. 

Jika kita kilas balik paragraf-paragraf sebelumnya, akan ditemui bahwa kehidupan blogku sangat menyenangkan dengan postingan bodoh dan follower yg alay. Dan tiba-tiba saja semua itu lenyap. Aku menemukan bahwa google telah menganggap aku sebagai blogger pemula bukannya blogger senior. Semua postingan dan followerku tidak ada. Dashboard-ku kosong. Hanya putih dan itu saja. Aku kalut. Belum bisa merelakan masa lalu. 

Setelah perenungan hidup yg telah kujalani beberapa saat selanjutnya, akhirnya aku bisa merelakan blog lamaku, kehidupan lamaku, dan semua memori yg terkandung di dalamnya. Aku pun memulai blog baru. Aku belum menulis apa pun kemarin. Itu terlalu berat. 

Hari ini aku melakukan log in dari device yg berbeda yg aku tak dapat menutupi betapa leganya diriku melihat semua itu kembali. Kecuali blog baru yg kubuat tentu saja. Aku masih tidak mengerti tapi aku hanya memandang dashboard dengan hikmat dan kumulai lembaran blog yg baru. 

Mungkin blog ini akan terasa lebih dewasa. Begitu pikirku.