Saturday, February 7, 2015

Cerita Masa Lampau yg Tak Terselesaikan

Sial, padahal aku sudah bermaksud untuk menulis jurnal ini setiap hari. Tapi yah koneksi internet di rumahku menyusahkan & aku merasa cukup malas untuk membuka internet dan menuliskannya secara langsung. Sebenarnya aku bisa memakai notes tapi duh aku menulis ini menggunakan hp-ku dan copy paste dari notes di hp lalu mengeditnya sedemikian rupa adalah pekerjaan yg merepotkan. Omong-omong layar hp-ku 3 inci.

Pada malam sebelumnya aku berniat mengirimkan post yg maksimal dan menurutku lebih berbobot daripada post yg terakhir itu. Tapi pada akhirnya kantuk mengalahkanku dan aku pun jatuh tertidur. Lalu aku sadar bahwa hari sudah keesokan harinya pada pukul 9 malam. Benar. Sekarang. 

Hari ini aku melewati pagi yg cukup berbeda. Kali ini aku merasa santai dan tidak peduli apakah aku terlambat atau tidak. Aku memang tidak pernah peduli pada akhirnya hanya saja kali ini aku benar-benar makan dengan tenang. Hal itu disebabkan oleh satu hal. Sapo tahu. Sapo tahu adalah makanan favoritku sejagat raya tidak ada yg bisa mengalahkannya. Aku ingat sapo tahu pertamaku adalah sapo tahu hotplate yg aku beli di food court BIP. Dari situlah aku menyadari cita rasa rahasia yg tersembunyi di balik penampilannya hg sederhana. Pada pagi ini, dalam rangka ulang tahunku pada tanggal 1 Februari ibuku membuat sapo tahu. Itu enak banget. Tapi jelas pada dasarnya untuk mendapatkan sesuatu dibutuhkan pengorbanan dan karena itulah aku terlambat. 

Masalah aku terlambat atau tidak itu bukan bagian yg pentingnya. Beberapa hari yg lalu, guru bk-ku yg kita sebut saja sebagai BCB memperlihatkan daftar data-data murid yg memdaftar ke sebuab PTN. Ketika aky melihat bahwa namaku malah tercantum ke daftar SBM, aku menjadi paranoid. Bukankah hal kni menyangkut kehidupan seorang siswa juga? Bagaimana bisa salah di hal seperti ini? Aku pun dgn tegas mengingatkan ulang BCB mengenai kesalahan input tersebut. Tapi

No comments:

Post a Comment