Saturday, May 30, 2015

pengangguran Luwak White Coffee

Oke, aku memulai blogku ini lagi. Aku sedang mengetik di hp 3 inci jadi aku rasa hasilnya mungkin kurang bagus. Nonetheless, sudah banyak hal terjadi sejak aku terakhir menulis di sini. Yah, awalnya aku memang ingin rajin menulis di blog tapi dari dulu aku memang tak pernah bisa setia pada sesuatu yg berhubungan dgn rutinitas apalagi diari. Sudah banyak resolusi diari yg terbengkalai. 

Yak, sekarang tanggal 30 Mei 2015 dan aku adalah pengangguran kelas kakap. Bukan maksudku menyombong tapi aku benar-benar merasa bosan. Yg terjadi sekarang adalah dgn ajaib dan penuh rasa syukur aku diterima SNMPTN FSRD ITB. Lalu, aku akan melakukan pendaftaran ulang tanggal 9 Juni. Tapi, masalahnya adalah sampai tanggal itu aku sangat tidak melakukan apa-apa. Sudah hampir satu bulan ini rutinitas sehari-hariku hanya terdiri dari bangun, mandi, makan, main game, baca komik, dan tidur. Yg terburuk adalah game yg aku mainkan adalah Harvest Moon! Aku tidak punya koneksi internet yg cepat sehingga aku tidak bisa mendownload game baru atau film baru atau semacamnya. Dan membeli adalah sesuatu yg out of the question. 

Dari dulu aku benci menggunakan uang. Aku mulai curiga aku memiliki obsesi untuk mengumpulkan uang. Aku tidak particularly suka uang. Tapi kalau melihat uangku semakin lama semakin bertambah, itu menimbulkan kepuasan tersendiri bagiku. Dan lagipula bukankah menabung itu bagus? 

Aside from that, aku tetap kebosanan  bulan ini. 

Berita lainnya adalah mulai tanggal 9 Juni nanti aku akan ada di asrama~! Dan mengikuti suatu program yg dinamakan matrikulasi. Aku tidak begitu tahu apa itu tapi aku tidak peduli. Yg terpenting adalah apa pun acara bodoh itu aku tetap menjalani kehidupan kuliahku yg gratis. Ya, aku mengikuti program bidikmisi dan aku cukup senang karena hanya membayangkan aku bisa menghimpun uangku lagi. 

Sebenarnya, dari dulu aku sudah berpikir untuk membuat novel. Tapi, aku memiliki otak yg payah dalam pengembangan cerita. Maksudku aku sudah tahu akan terjadi ini dan itu dan lainnya tapi aku tidak dapat menemukan apa yg akan menyambungkan tiap kejadian tu. Yg kupikirkan hanya konfliknya. Maka dari itu aku rasa aku butuh lebih banyak membaca novel serius. 

Aku tahu di kota ada sebuah perpustakaan lengkap dan aku sudah sangat ingin untuk meminjam buku dari tempat itu sejak lama. Tapi pergi ke kota adalah suatu hal yg merepotkan jadi aku rasa aku akan mulai meminjam ketika aku masuk asrama since tempatnya jadi lebih dekat dan since KTP milikku baru saja selesai dibuat.

Kebrengsekan hari ini adalah lagi-lagi orang itu berisik sekali. Ayolah ini jam 1 malam dan dia berbicara keras sekali sampai terdengar ke kamarku. Aku tidak heran melihat betapa buruknya pendengaranku akibat mendengar headset terlalu keras. Aku paling benci orang yg bicara cepat. Itu mengganggu. Apalagi ditambah aku benci suaranga. Lebih tepatnya aku benci semua hal yg ada pada orang itu. Aku tidak dapat menemukan satu hal pun yg dapat aku suka dari orang itu. Aku tidak pernah lebih benci terdapat seseorang daripada ini. Aku tidak pernah sesering ini menginginkan seseorang mati atau membayangkan bagaimana cara terbaik membunuhnya. Aku bahka  berpikir bahwa membunuh bukanlah kejahatan mungkin aku akan membunuhnya. Tapi tentu yg kita bicarakan ini adalah aku si pengecut dan aku takkan pernah cukup berani untuk membunuh seseorang. Tapi aku sangat marah setiap mrlihatnya mendengarnya atau merasakan kehadirannya. Aku ingin memukulnya menggunakan bangku chitose yg ada di sekolahku. Aku paling benci kalau orang itu sudah terdengar menggunakan nada yg tinggi pada ibuku. Bahkan mungkin nadanya selalu tinggi. Fuck! Kenapa harus dia! Bahkan agen rahasia dulu mungkin masih lebih baik daripada bajingan ini. 

Overall, my life is kinda fucked up.

Thursday, April 9, 2015

Hari-Hari Menjelang UN dan Kesengenean yg Meliputinya

Aku sungguh orang yg tak bisa memegang komitmen. Padahal aku sudah berjanji untuk menulis blog ini setiap hari tapi pada akhirnya aku hanya menulis pada saat aku mau saja. Dan kebetulan sekarang aku mau. 

Oke, jadi hari adalah 3 hari sebelum hari UN. Seperti biasa diadakan pekan tenang yg sebenarnya hanya 3 hari dan bukan pekan sama sekali. Semua orang akan menghabiskan pekan tenang dengan bermain dan berjalan-jalan. Semua itu dianjurkan oleh hampir semua orang hanya karena mereka dianggap sudah bekerja keras untuk mempersiapkan UN. Tapi bagaimana jika ada yg belum mempersiapkan diri sama sekali? Contohnya, aku. 
Aku merasa esensi dari belajar lalu bermain lalu ujian bukanlah urutan pembelajaran yg efektif. Karena kebanyakan orang seringkali terlena dengan permainannya dan pada akhirnya lupa dgn apa yg telah dipelajari sehingva harus belajar lagi. Atau tidak lupa pada pelajarannya pun pada akhirnya mereka pasti akan belajar lagi. Jadi daripada seperti itu bukankah lebih efektif bermain dulu lalu belajar terus sampai ujian dimulai? Tapi orang memiliki caranya masing-masing dan nampaknya kebanyakan orang tidak setuju dengan caraku.

Sisi yg menyebalkan dari hari-hari menjelang UN lainnya adalah bagaimana orang-orang bersikap. Tiba-tiba saja mereka jadi baik, jadi menyapa walau biasanya tidak pernah menyapa, jadi sadar akan kesalahannya sendiri, jadi minta maaf padahal merasa tidak punya kesalahan, jadi suka mendoakan padahal biasanya tak pernah ingat orang yg didoakan itu, jadi suka berharap akan bersama nantinya walau tidak pasti juga ketika mereka bersama akan jadi teman lagi. 
Hal lain yg menyebalkan adalah acara salinginta maaf dan memaafkan. Dari dulu aku selalu berpikir bahwa jika kalian benar-benar teman maka seharusnya tanpa meminta maaf pun sudah bisa memaafkan kesalahan temannya. Tapi orang-orang merasa bahwa kita harus minta maaf. Hakikat meminta maaf di hari-hari terakhir menuju UN pun penuh celah. Kalau orang-orang benar-benar merasa bersalah dan ingin dimaafkan kenapa mereka semua menunggu H-sekian UN dulu baru minta maaf berjamaah? Kenapa tidak dari dulu saja minta maafnya? Jika begini, rasanya jadi seperti dia minta maaf ke kita hanya agar UN-nya dilancarkan bukan karena dia merasa benar-benar membutuhkan kita. Bukankah itu sama saja dengan teman yg datang hanya di saat dia butuh saja? 
Tapi jika aku mengatakan hal ini secara terus terang di depan orang-orang nampaknya aku hanya akan mendapat amukan massa. 

Walau begitu mungkin kehadiran orang-orang biasa memang sangat dibutuhkan di kehidupan sehari-hari karena jika semua orang memiliki cara pandang yg sama denganku maka hidup pasti membosankan. Aku tidak suka menjadi mayoritas. 

Saturday, February 7, 2015

Hari Hujan Seperti Hari Hujan yang Lain

Akhirnya hari ini aku ingat untuk menulis blog. Sialan! Padahal selama seminggu belakangan ini aku mengalami banyak kejadian yg cukup menarik untuk diceritakan tapi aku tidak pernah ingat untuk menuliskannya. Aku akhirnya terpaksa mem-publish post sebelumnya yg tidak sempat aku selesaikan & akhirnya menggantung begitu saja.

Oke hari ini tidak tahu kenapa aku merasa cuku malas jadi aku sejenis sengaja menterlambatkan diri. Apakah aku menggunakan ejaan yg tepat? Kata 'menterlambatkan' itu pasti ada kan. Lalu aku melakukan segala hal dgn kecepatan yg sangat l-a-m-b-a-t. Wow aku benar-benar put a lot of effort dlm kalimatku. Aku tidak mencoba untuk menjadi lucu atau jayus omong-omong. Lalu ketika aku kira aku sudah akan telat ternyata AKU TIDAK TERLAMBAT. Kadang keajaiban memang terjadi. Aku melihat banyak anak laki-laki yg juga belum datang. Pada akhirnya mereka terlambat. 

Paragraf sebelumnya memang absolutely tidak penting. Oke lanjut ke bagian di mana diadakan TO di sekolahku. Matematika & bahasa Indonesia. What the hell did i do yesterday TO matematikanya susah banget dan aku lupa menghitamkan bulatan mata pelajaran oh persetan dgn itu aku dapat mengerjakan bahasa Indonesia dgn baik-baik saja. Lalu aku pulang menaiki bis dan mrndapati bahwa hujan turun di saat yg tepat. Sialnya adalah atap bisa di atasku bocor dan aku harus mencari tempat duduk lain. Kemudian aku berjalan pulang di bawah payung cokelatku sambil menghapus lagu-lagu di hp yg sudah mulai terdengar membosankan. 

Di rumah, aku bingung harus melakukan apa berhubung film Killers yg aku dapat dari temanku dgn ajaibnya lenyap dari flashdisk yg seharusnya merupakan tempat dari film tersebut aku salinkan. Dan itu tinggal 20 menit lagi menuju akhirfilm sial harusnya aku selesaikan saja malam itu. Aku pun melihat kalender sekaligus agendaku di hp. Sungguh kosong dan jobless. Aku pun mulai menuliskan beberapa pr, tugas, ulangan, dan lainnya dan tiba-tiba saja agendaku menjadi penuh. Maksudnya itu penuh. Ya, benar-benar penuh. Aku tidak pernah mengira kehidupan sebelum kelulusan akan menjadi agenda tersibukku kali ini karena aku kira kelas 3 tidak akan sibuk jika kau tidak menganggapnya sibuk. Hei, mungkin aku hanya perlu menganggapnya tidak sibuk. Mungkin agenda adalah salah satu alat sugesti diri yg membuat kita semua berpikir bahwa kita sibuk. Bagiku ini masuk akal dan segala pertanyaan umat manusia pun terjawab. 

Kemarin aku menemukan ebook di laptop kakakku yg berjudul 'Five People Met in Heaven'. Aku baru membaca sebagian dan itu sangat menarik. Aku harap aku punya cukup banyak waktu untuk menyelesaikan buku itu secepat mungkin. Lebih tepatnya aku harap aku punya cukup waktu untuk bermain dan melakukan hal-hal yg menyenangkan. Portofolioku belum kukerjakan sama sekali dan ini alasan utama aku tidak bisa tenang. Masalahnya aku sangat tidak memiliki ide mengenai apa yg aku kugambar. Oke aku punya ide tapi aku tidak yakin ide ini adalah ide yg bagus atau tidak. Orang-orang bilang gambar saja yg aku mau tapi jelas aku seharusnya menggambar apa yg orang seni mau. 

Akhir-akhir ini aku sering memikirkan sendiri, apakah aku memang suka menggambar? Maksudku menjadikannya sebagai tugas sekolah bukan hobi yg sesekali kau lakukan sangatlah berbeda. Apakah nantinya aku akan jenuh? Aku ragu aku akan menemukan jawabannya sebelum mencoba.

Cerita Masa Lampau yg Tak Terselesaikan

Sial, padahal aku sudah bermaksud untuk menulis jurnal ini setiap hari. Tapi yah koneksi internet di rumahku menyusahkan & aku merasa cukup malas untuk membuka internet dan menuliskannya secara langsung. Sebenarnya aku bisa memakai notes tapi duh aku menulis ini menggunakan hp-ku dan copy paste dari notes di hp lalu mengeditnya sedemikian rupa adalah pekerjaan yg merepotkan. Omong-omong layar hp-ku 3 inci.

Pada malam sebelumnya aku berniat mengirimkan post yg maksimal dan menurutku lebih berbobot daripada post yg terakhir itu. Tapi pada akhirnya kantuk mengalahkanku dan aku pun jatuh tertidur. Lalu aku sadar bahwa hari sudah keesokan harinya pada pukul 9 malam. Benar. Sekarang. 

Hari ini aku melewati pagi yg cukup berbeda. Kali ini aku merasa santai dan tidak peduli apakah aku terlambat atau tidak. Aku memang tidak pernah peduli pada akhirnya hanya saja kali ini aku benar-benar makan dengan tenang. Hal itu disebabkan oleh satu hal. Sapo tahu. Sapo tahu adalah makanan favoritku sejagat raya tidak ada yg bisa mengalahkannya. Aku ingat sapo tahu pertamaku adalah sapo tahu hotplate yg aku beli di food court BIP. Dari situlah aku menyadari cita rasa rahasia yg tersembunyi di balik penampilannya hg sederhana. Pada pagi ini, dalam rangka ulang tahunku pada tanggal 1 Februari ibuku membuat sapo tahu. Itu enak banget. Tapi jelas pada dasarnya untuk mendapatkan sesuatu dibutuhkan pengorbanan dan karena itulah aku terlambat. 

Masalah aku terlambat atau tidak itu bukan bagian yg pentingnya. Beberapa hari yg lalu, guru bk-ku yg kita sebut saja sebagai BCB memperlihatkan daftar data-data murid yg memdaftar ke sebuab PTN. Ketika aky melihat bahwa namaku malah tercantum ke daftar SBM, aku menjadi paranoid. Bukankah hal kni menyangkut kehidupan seorang siswa juga? Bagaimana bisa salah di hal seperti ini? Aku pun dgn tegas mengingatkan ulang BCB mengenai kesalahan input tersebut. Tapi

Wednesday, January 28, 2015

Waste of Time

Sebagai pengetahuan saja tapi aku mengirim post ini dgn sekuat tenaga. Lagi-lagi akunku berulah dan aku harus mengurus pergantian akun dan lain-lain. Dan di sinilah aku sekarang mengetik menggunakan hpku yg hanya 3 inci. Sebagai pengetahuan tambahan, aku hanya dapat melihat setengah dari layar jadi tolong maklumi kalau aku melakukan typo.

Sebenarnya cerita menarikku terjadi kemarin. Tapi kemarin aku lupa menulis. Jadi yg tersisa hanya hari ini, hari yg membosankan. 

Hal yg masih aku pikirkan adalah kejadian tadi siang di sekolah. Di kelasku ada seorang anak perempuan. Aku tidak benci-benci amat sih ke dia. Hanya saja dia benar-benar memenuhi kriteria orang yg akan kubenci. Penyontek, perokok, & aku tidak tahu dia buang sampah sembarangan atau tidak tapi aku pernah melihatnya membuang puntung rokok di jalan jadi kubuat konklusi bahwa dia tidak begitu peduli pada lingkungan a.k.a. dia bisa saja kan buang sampah sembarangan. Walau begitu sisi baik yg ada pada dirinya adalah... dia keren? Sesuatu yg takkan pernah kumiliki. Aura keren yg dimiliki orang-orang populer. 

Jadi, gadis ini seringkali mengucapkan kalimat-kalimat yg seperti srngaja diucapkan untuk menarik perhatian. Kadang aku tidak begitu peduli dan walau pun aku sebal aku hanya memendamnya dalam hati. Munglin tadi aku berada dlm mood yg bagus. Lalu aku biarkan mulut kasarku berpkkir. Dia bilang bagaimama rasanya hidup sendiri. Pertanyaannya jelas di sini sangat tidak berbobot dan sampah. Kalau dia benar-benar penasaran, cari tahu saja sendiri. Sebenarnya ini bukan hal yg bisa dicari tahu sih since sejak awal kita memang sudah selalu sendirian. Harusnya sih begitu pikirky. Tapi mulut bodohku malah bilang kalau dia sok selalu hidup berdua. Memang benar sih aku berpikir begitu tapi kesalahannya adalah aku mengatakannya ke khalayak ramai. Lalu moodnya pun nampak ganjil bagiku. 

Aku tidak membencinya. Aku juga tidak mau jadi musuhnya. Malau bisa aku tidak ingin memiliki musuh. Tapi hidup tak pernah bagus. Siapa yg tahu bahwa ternyata seisi seolah membenciku atau bahkan sahabatku sendiri mencoba menyusun rencana backstab sambil mengalihkam perhatianku dgn berpura-pura menjadi temanku. 

Intinya aku masih penasaran apakah aku membuatnya marah. Aku memang sudah minfa maaf dan anak lain bilang tidak usah minta maaf dia memang pantas mendapatkannya. Tapi tetap saja hati kecilku yg bodoh menuntut aku untuk cemas. 

Tidak rame. Post ini sangat tidak rame. Tadi sore aku memang merasa marah dan so fucked up. Tapi aku rasa kalau marah disimpan ternyata bisa lega juga.

Membaca post ini sungguh a waste of time. Maaf.

Monday, January 26, 2015

Blog Lama

Seperti yang bisa dilihat di post-ku sebelumnya, blog ini menggunakan perhitungan jam salah. Aku disebutkan menulis post itu pada pukul 4 pagi sedangkan sebenarnya sekarang itu pukul 7.49 malam.  Aku seharusnya menggantinya tapi aku rasa itu terlalu merepotkan jadi kita biarkan saja mungkin. 

Pada post sebelumnya aku juga menyebutkan bahwa aku sudah menulis blog sejak dari aku SD. Hanya untuk mengingatkan diriku saja bahwa alamat website-nya adalah amelia-monogatari.blogspot.com dan blog baruku yg kosong dan tidak jadi kutulis adalah fuckyeahmydamnedlife.blogspot.com. Judulnya memang sama seperi blog yg ini tapi yah karena beberapa alasan aku tidak jadi mengisinya dan alasan itu bisa dibaca di post sebelumnya. 

Nampaknya aku sudah tidak niat menulis blog jadi mungkin aku akan melanjutkan sampah ini besok. Walau sebenarnya ada hal yg seharusnya kuceritakan hari ini. Aku harap aku punya cukup petualangan yg bisa kutulis. Tapi hidup penuh petualangan cuma dongeng. Pada dasarnya kehidupan manusia itu sederhana dan membosankan. Pikiran self-centered manusialah yg membuat mereka mengira hidup mereka berbeda dan spesial. Bagi siapa pun motivator yg mengatakan bahwa kita adalah pememang ketika kita dilahirkan karena kita adalah satu-satunya yg berhasil lahir dari sekian juta sperma yg ada itu semua omong kosong. Okelah kita semua pemenang, tapi kalau semua orang di dunia adalah pemenang maka apa yg spesial dari menjadi seorang pemenang seperti semua orang di dunia? Justru menjadi seorang yg kalah akan menjadikan kita berbeda dan spesial dari yg lain. Jadi, kadang mungkin menjadi seseorang yg mengalah dan kalah dengan terhormat itu bukan hal yg buruk juga. 

Hidup mungkin akan jadi lebih baik kalau berpikir begitu. Tapi kalau semua orang berpikir begitu dan pada akhirnya semua menjadi orang yg kalah, saat itulah waktu yg tepat untuk berinisiatif menjadi pemenang dan meraih kemenangan yg sesungguhnya. 

Blog Baru

Sebenarnya aku memulai blog ini untuk melampiaskan seluruh kekesalanku pada dunia. Lalu fokusku tergantikan saat kusadari bahwa ada yg salah dengan blogku. 

Yah kau tahu, aku sudah mulai menulis blog sejak aku SD. Dan omong-omong menurutku itu keren. Dalam perjalanan hidupku menulis blog, aku telah melewati banyak hal. Dulu aku menulis blog komedi. Bukan secara langsung aku berniat menulis cerita lawak dalam blogku. Hanya saja aku pikir semua tulisan blogku ketika SD itu konyol dan sampah 100%. Tapi mungkin justru itulah letak seninya. Ketika aku mulai memasuki SMP aku sudah agak melupakan blog itu. Blog terbengkalai sampai suatu ketika guru pelajaran TIK menugaskan kami untuk membuat blog. Itu adalah titik di mana aku merasa paling keren maksimal. Secara aku sudah lihai menulis blog dan yg aku butuhkan hanya menghias blog bodohku tersebut. Seperti halnya anak SMP labil dan alay pada umumnya, aku sudah pasti mengikuti trend yg ada di sekolah. Ternyata tugas membuat blog ini sangat mengubah hidup anak-anak di sekolahku. Muncullah trend follow blog teman. Sebenarnya aku cuma follow blog sahabat terdekat dan anak kelas sebelah yang suka aku kuntit. Blog anak lain pada awalnya aku follow hanya karena rasa iba dan selanjutnya aku unfollow dgn semena-mena. Walau terdengar bodoh dan liar, trend ini meninggalkan suatu memori tersendiri di sudut hatiku. Ketika aku masuk SMA, kadang aku masih menulis blog atau hanya melihat-lihatnya saja. 

Sampai suatu saat ketika aku sudah tidak pernah menulis blog lagi atau pun melihatnya. Aku sampai lupa e-mail dan password yg aku daftarkan. Kelas 2 SMA adalah puncak-puncak kebinalanku. Pada saat itu aku terbawa nafsu dan akhirnya terlena akan kenikmatan dunia. Benar. Kenikmatan dunia yg tidak ada dunianya tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah game. Mau PC, android, PS, atau pun NDS aku menyukai semua. Keterbatasanku yg diakibatkan oleh kekangan keluarga akan game tidak menghalangiku untuk memenuhi kebutuhan rohaniku tersebut. Sebisa mungkin aku menikmati setiap harinya dengan penuh rasa syukur. Aku hampir merasa betapa indahnya jika dunia terus begini. 

Lalu, di sini aku terbaring melihat tanggalan yg menghantui. Sekarang aku adalah murid SMA Alfa Centauri kelas 12 IPS 1 semester 6. Aku berniat untuk mendaftar SNMPTN FSRD ITB dan sebagai cadangan STPB. Dari nilai aku peringkat 1. Aku tahu itu bullshit since semua tahu aku hampir tidak pernah belajar dan kalau kalian tanya aku soal urutan presiden Indonesia aku tidak yakin aku bisa menjawab dgn benar. Mungkin aku lagi mujur saja. Terlepas dari betapa mujurnya aku, mungkin harusnya aku merasa tenang mengenai jalur SNMPTN-ku tapi sebenarnya aku kalut. Fakultas yg kuinginkan menuntut untuk menyertakan portofolio karya. I'm so fucked up. Gambarku bukan apa-apa dibandingkan dengan orang-orang di luar sana. Terlebih, hari-hari sebelumnya aku malah melakukan pemalasan besar-besaran dan tidak ada waktu untuk latihan. Oke aku yg salah. Tapi berat untukku mengakui itu. 

Beberapa hari yang lalu, aku yg sedang berada pada titik balik depresiku memutuskan untuk mulai menulis blog lagi. Selain sebagai cerminan diri, juga sebagai pengikat memori mengenai terlepas dari sesempurna apa pun aku di masa depan, aku masihlah gadis yg tak luput dari kelalaian di masa SMA. Pada saat itulah aku menyadari kesalahan yg  mengawali posting ini. 

Jika kita kilas balik paragraf-paragraf sebelumnya, akan ditemui bahwa kehidupan blogku sangat menyenangkan dengan postingan bodoh dan follower yg alay. Dan tiba-tiba saja semua itu lenyap. Aku menemukan bahwa google telah menganggap aku sebagai blogger pemula bukannya blogger senior. Semua postingan dan followerku tidak ada. Dashboard-ku kosong. Hanya putih dan itu saja. Aku kalut. Belum bisa merelakan masa lalu. 

Setelah perenungan hidup yg telah kujalani beberapa saat selanjutnya, akhirnya aku bisa merelakan blog lamaku, kehidupan lamaku, dan semua memori yg terkandung di dalamnya. Aku pun memulai blog baru. Aku belum menulis apa pun kemarin. Itu terlalu berat. 

Hari ini aku melakukan log in dari device yg berbeda yg aku tak dapat menutupi betapa leganya diriku melihat semua itu kembali. Kecuali blog baru yg kubuat tentu saja. Aku masih tidak mengerti tapi aku hanya memandang dashboard dengan hikmat dan kumulai lembaran blog yg baru. 

Mungkin blog ini akan terasa lebih dewasa. Begitu pikirku.